DAMPAK NEGATIF SOSIAL MEDIA

dibaca 186 pembaca

Tahun 1971, e-mail pertama dikirimkan. Sekarang, lebih dari 40 tahun kemudian, sosial media telah mengambil alih dunia. Jaringan sosial seperti facebook dan twitter saat ini digunakan oleh 1 dari 4 orang penduduk dunia. Aktivitas seperti ini mungkinterlihat sepele dan tidak berbahaya, namun beberapa penelitian menyatakan sosial media dapat mempengaruhi kesehatan tubuh dan mental .

Tahun 2012, Medical News Today melaporkan dalam sebuah penelitian bahwa penggunaan facebook memungkinkan peningkatan rasa cemas dan perasaan kekurangan terhadap diri sendiri. Penelitian yang terbaru, yang dipimpin psikiater Ethan Cross dari University of Michigan, menemukan bahwa facebook bahkan dapat menimbulkan perasaan sedih terhadap penggunanya.
Berikut ini adalah beberapa efek negatif yang dapat disebabkan oleh penggunaan sosial media yang berlebihan.

MEMBUAT MERASA RENDAH DIRI
Anda terus-menerus melihat bagaimana kehidupan orang lain di media sosial. Menonton orang-orang dengan kehidupan yang lebih bahagia dan sukses dan kemudian membandingkannya dengan kehidupan sendiri, sering membuat merasa tidak mampu dan tidak berharga sehingga menurunkan kepercayaan diri mereka sendiri.

MERASA TAKUT KEHILANGAN INTERAKSI SOSIAL
Takut kehilangan interaksi sosial adalah istilah yang menandai adanya kecemasan sosial yang muncul dari rasa takut seseorang bahwa dia mungkin kehilangan kesempatan untuk melakukan interaksi sosial jika tidak online. Hal ini justru membuat Anda terpaku pada facebook dan dan situs media sosial lainnya sepanjang hari. Padahal berinteraksi sosial secara real pun sangat perlu.

MERASA TAKUT SENDIRIAN
Ketika Anda menghabiskan sebagian besar jam Anda di media sosial berinteraksi dan memanjakan diri Anda dalam kehidupan orang lain, maka menjadi sangat sulit bagi Anda untuk menghabiskan waktu Anda sendiri untuk memenuhi kebutuhan Anda sendiri dengan alasan lebih membutuhkan interaksi sosial dan merasa takut jika sendiri tanpa facebook.

MENYEBABKAN ADANYA KEPRIBADIAN GANDA
Orang sering menggambarkan representasi ideal dari diri mereka sendiri di media sosial, bukan merepresentasikan dirinya sendiri. Hal ini karena melihat orang lain jauh lebih tinggi tingkat kesuksesannya dan kefavoritannya. Hal ini memicu dia untuk meninggikan gambaran virtual dia sendiri untuk jaga gengsi walau harus berbohong. Sehingga banyak mereka yang mulai mendapatkan rasa terlepas dari kehidupan nyata mereka. Orang-orang ini merasa jauh lebih nyaman untuk berinteraksi di media sosial, tetapi ketika datang dalam kehidupan nyata, mereka cenderung lebih pendiam dan gelisah.

DAPAT MENYEBABKAN KECANDUAN
Tidaklah mengherankan bahwa media sosial dapat menjadi adiktif. Kebutuhan terus-menerus untuk melacak dan mencek kehidupan virtualnya akan memicu kecanduan dari otak seseorang.