DIABETES PADA ANAK

dibaca 132 pembaca

Diabetes melitus, yang juga dikenal di Indonesia dengan istilah penyakit kencing manis adalah kelainan metabolik yang disebabkan oleh banyak faktor seperti kurangnya insulin atau ketidakmampuan tubuh untuk memanfaatkan insulin (Insulin resistance), dengan simtoma berupa hiperglikemia kronis dan gangguan metabolisme karbohidrat, lemak dan proteinsebagai akibat dari defisiensi sekresi hormon insulin, aktivitas insulin, atau keduanya; defisiensi transporter glukosa atau keduanya (wikipedia).

Penyebab diabetes tergantung pada jenis diabetes yang diderita. Ada dua jenis yang umum terjadi dan diderita banyak orang, yaitu diabetes 1 satu dan tipe 2. Diabetes tipe 1 terjadi karena masalah fungsi organ pankreas tidak dapat menghasilkan insulin, sedangkan diabetes tipe 2 karena masalah jumlah insulin yang kurang, bukan karena pankreas yang tidak berdungsi.

Diabetes tidak hanya diderita oleh orang dewasa, tetapi juga dapat diderita anak-anak. Walaupun jumlah kasus diabetes pada anak-anak masih sedikit, tapi ada beberapa kasus yang tersebar di seluruh dunia. Jenis yang paling umum adalah diabetes 1. Di inggris dan Wales 17 dari 100.000 anak menderita diabetes setiap tahunnya. Di Skotlandia 25 orang, Finlandia 43 orang, dan Jepang 3 orang. Di Indonesia, menurut dr.Aman Pulungan, Sp.A (K), ketua gugus tugas endokrinologi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), penyakit diabetespada anak mencapai 0,3 per 100.000 anak per tahun. Artinya, dari populasi anak Indonesia saat ini yang mencapai 80 juta, ada sekitar 240 kasus diabetes baru pada anak ditemukan setiap tahun (kompas.com)

Sama seperti pada orang dewasa, penyebab pastinya diabetes pada anak masih pelum dipahami. Kemungkinan penyebabnya melibatkan kombinasi gen dan lingkungan. Mayoritas anak-anak yang menunjukkan gejala diabetes tipe 1 tidak memilikiriwayat keluarga dengan penyakit ini.

Gejala utama penyakit diabetes pada anak sama seperti orang dewasa. Gejala diabetes tipe 1 cenderung muncul dalam waktu beberapa minggu, lebih lama dari diabetes tipe 2. Gejalanya antara lain minum lebih banyak dari biasanya termauk malam hari; sering buang air kecil; kurang berat badan; dan kelelahan. Gejala yang cenderung tampak pada anak-anak antara lain sakit perut, sakit kepala, dan masalah pada perilaku. Beberapa anak akan mengalami peningkatan rasa lapar dan mengalami kabur pengelihatan. Sementara anak perempuan kemungkinan mengalami infeksi jamur.

Penanganan khusu penyakit diabetes pada anak dilakukan/ dirawat oleh rumah sakit, bukan oleh dokter pribadi. Sebagian besar anak-anak akan memerlukan pengobatan insulin. Dalam hal ini, anak akan memerlukan rutinisa insulin yang akan ditangani oleh tim dari rumah sakit. Biasanya dosis diberikan sebanyak dua kali sehari, paad pagi dan malam. Anak-anak yang masih sangat muda biasanya tidak memerlukan suntikan insulin pada malam hari, tapi semakin dia dewasa maka suntikan pada malam hari akan diperlukan.

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan orang tua yang memiliki anak yang mengidap diabetes. Hal pertama adalah mengajarkan anak cara mengukur tingkat gula darah apabila sudah cukup umur, cara memberikan suntik insulin, mengetahui ciri-ciri kekurangan kadar gula darah, konsultasi ke dokter secara rutin, dan beritahukan kepada teman-teman dan guru di sekolahnya.