PENGARUH KEKURANGAN WAKTU TIDUR TERHADAP KESEHATAN

dibaca 222 pembaca

 Hampir sepertiga hari kita dihabiskan untuk tidur. Tidur dianggap sebagai waktu tubuh untuk beristirahat setelah lelah bekerja, sekolah, dan aktivitas lainnya. Kegiatan tidur melibatkan banyak sekali aktivitas dan ternyata memiliki banyak pengaruh pada kesehatan. Berbagai penelitian dilakukan untuk melihat pengaruh tidur bagi kesehatan tubuh, seperti pengaruh terhadap peningkatan dan penurunan berat badan.

Pada tahun 1910, tidur malam yang dibutuhkan rata-rata orang adalah sembilan jam. Namun pada tahun 1975, rata-rata kebutuhan tidur berubah menjadi tujuh setengah jam dalam semalam. Patokan waktu tersebut masih berlaku hingga saat ini, yakni rata-rata orang membutuhkan sekitar tujuh setengah jam atau kurang untuk tidur di malam hari. Kurang tidur tentunya akan memengaruhi kesehatan tubuh seseorag. Berikut adalah beberapa akibat kurang tidur bagi manusia.

GANGGUAN KONSENTRASI
Bagi pelajar atau mahasiswa, kekurangan waktu tidur dapat memengaruhi kurangnya kemampuan kognitif. Dengan waktu tidur yang cukup, kita dapat meningkatkan kekuatan ingatan sehingga akan sangat membantu proses belajar mengajar bagi para siswa maupun mahasiswa.

DEPRESI
Orang yang tidur malam kurang dari enam jam memiliki kemungkinan mengalami depresi lebih besar daripada yang memiliki waktu tidur cukup. Gejala yang paling sering di temukan adalah seperti rasa cemas berlebihan, menjadi lebih sensitive, mudah tersinggung dan kondisi badan yang kurang sehat. kurang tidur juga dapat menurunkan fungsi otak yang salah satu efeknya adalah kita menjadi lebih mudah marah dan emosi yang tidak stabil.

KESEHATAN KULIT
Kulit yang sehat tentu menjadi dambaan setiap orang, khususnya wanita. Selain dengan mengkonsumsi makanan yang sehat dan bergizi, menjaga kebersihan kulit, tidur juga berpengaruh terhadap kesehatan kulit. Irang yang memiliki kebiasaan tidak tidur cukup cenderung memiliki penampilan kulit yang kurang cerah, pucat, keriput dan muncul garis halus. Hal ini disebabkan karena tubuh mengeluarkan kortisol atau hormon stres yang lebih banyak yang dapat merusak kolagen sehingga menyebabkan kulit menjadi tidak kenyal dan elastis.

OBESITAS
Pada saat kurang tidur nafsu makan kita akan cenderung meningkat dan menimbulkan rasa lapar yang berlebihan. Rangsangan rasa lapar ketika kurang tidur disebabkan karena adanya kiriman leptin yang membuat otak memiliki dorongan makan yang besar. Konsumsi berbagai jenis makanan yang mengandung lemak dan karbohidrat tentu akan membuat tubuh menjadi lebih cepat gemuk. Ancaman obesitas akan meningkatkan masalah penyakit lain seperti diabetes, jantung, stroke dan ginjal.

 PENYAKIT JANTUNG

Waktu tidur yang kurang dapat menyebabkan masalah jantung. Hal ini disebabkan karena sistem pembuluh darah dan kekuatan jantung saat memompa darah tidak bisa berjalan dengan baik. Beberapa gangguan yang paling sering terjadi adalah seperti serangan jantung, gagal jantung, detak jantung yang terlalu cepat dan denyut jantung yang tidak teratur. Kondisi jantung yang kurang baik juga bisa meningkatkan resiko penyakit lain.