Pemko Medan Segera Tata & Benahi Sejumlah Drainase Yang Ada Di Kota Medan

dibaca 735 pembaca

Pemko Medan Segera Tata & Benahi Sejumlah Drainase Yang Ada Di Kota Medan

Wakil Wali Kota Medan, Ir Akhyar Nasution MSi memimpin rapat membahas  penataan dan pembersihan drainase di Ruang Rapat I Kantor Wali Kota Medan, Kamis (1/9).

 

Ada sejumlah titik drainase yang menjadi fokus perhatian untuk dibenahi secepatnya, guna mengatasi banjir dan genangan air yang selama ini dikeluhkan masyarakat.

               

Agar penataan drainase ini berjalan dengan lancar dan hasilnya maksimal, rapat ini tidak hanya melibatkan SKPD terkait, tetapi juga pemilik utilitas yang ada di Kota Medan seperti PT PLN , PT PDAM Tirtanadi, PT PGN serta PT Telkom sebab, penataan drainase yang dilakukan diperkirakan akan mengenai utilitas yang ada.

               

Selain itu rapat juga mengundang  pihak PT KAI, sebab tidak sedikit gorong-gorong perlintasan kereta api tersumbat  dan ukurannya kecil sehingga menyebabkan terjadinya banjir.

 

Di samping itu banyak bangunan berdiri di pinggiran perlintasan kereta api yang menyebabkan terjadinya penyempitan parit, sehingga terjadinya banjir.

                

Tidak itu saja,  Pemko Medan turut mengundang aparat kepolisian untuk mendukung  penataan drainase.

 

Diyakini penataan drainase yang akan dilakukan nantinya akan memicu terjadinya kemacetan lalu-lintas.

 

Untuk itu peran aparat kepolisian sangat dibutuhkan guna mengurai kemacetan bersama dengan Dinas Perhubungan Kota Medan.

               

Rapat diawali dengan membahas rencana pembuatan crossing di Jalan Jamin Ginting simpang Jalan Cempaka di Kecamatan Medan Baru.

 

Diharap jika pembangunan crossing ini selesai,  masalah banjir dan genangan air yang selama ini dikeluhkan warga sekitar dapat diatasi.

 

Sebelum pembangunan crossing dilakukan, Akhyar menyarankan kepada Dinas Bina Marga maupun SKPD terkait agar berkoordinasi dengan pemilik utilitas.

               

Kemudian rapat mengupas soal gorong-gorong di bawah jalan tol dan di bawah rel kereta api di Kecamatan Medan Deli.  

 

Akibat tersumbat dan banyak bangunan yang berdiri pinggiral rel yang menyebabkan terjadinya penyempitan parit, warga yang bermukim di sekitar bawah jalan tol dan bawah rel kereta api menjadi langganan banjir.

               

Sebagai solusinya Akhyar kemudian minta kepada pihak PT KAI segera menertibkan bangunan yang ada di pinggiran rel penyebab penyempitan parit tersebut. 

 

Menyangkut gorong-gorong bawah jalan tol, solusi masih tertunda, sebab pihak PT Jasa Marga yang telah diundang tidak datang mengikuti rapat tersebut.

               

Lalu rapat juga membahas pengendapan drainase di seputaran bangunan Podomoro, sehingga menyebabkan seputaran Jalan Putri Hijau dan Jalan Gurupatimpus.

 

Perwakilan pihak Podomoro berjanji tanggal 25 September ini, pihaknya akan memperbaiki drainase mulai dari Sungai Deli di Jalan Guru patimpus sampai Jalan Putri Hijau depan Capital Building.

               

Selanjutnya  rapat mengupas masalah rencana pembenahan drainase Jalan Letda Sujono mulai simpang Aksara Plaza sampai batas kota di Kecamatan Medan Tembung.

 

Kita harap penataan drainase yang dilakukan disejumlah titik ini dapat berjalan dengan lancar, sehingga masyarakat dapat merasakan langsung manfaatnya,harap Akhyar.

               

Terakhir menyikapi  penataan Sungai Bederah di Kecamatan Medan Helvtia, diputuskan agar warga yang mendirikan bangunan di  pinggiran Sungai Berderah, terutama yang telah menerima ganti rugi pembebasan lahan  diberi waktu dua minggu untuk segera membongkar sendiri bangunannya. 

 

Jika sampai tengat waktu yang diberikan itu tak dilakukan, maka Pemko Medan melalui tim terpadu akan melakukan pembongkaran paksa.

 

Hal itu dilakukan untuk mengatasi maasalah banjir yang selama ini terjadi akibat penyempitan sungai tersebut.

             

Kita beri waktu kepada masyarakat yang mendirikan bangunan  di pinggiran Sungai Berderah, terutama yang telah mendapat ganti rugi agar  segera membongkar sendiri bangunannya. 

 

Kita beri waktu mereka dua minggu apabila tidak dilakukan, kita akan bongkar paksa dengan menurunkan tim terpadu.

 

Jika penyempitan Sungai berderah ini dibiarkan, perumahan Bumi Asri maupun Makodam I/BB bisa tenggelam, tegasnya.

               

Sebelum menutup rapat, Akhyar kembali menyatakan permintaaan maafnya kepada seluruh warga apabila kenyamanan dan ketenangan dalam berkendaraan  menjadi terganggu, menyusul dilakukannya penataan sejumlah drainase tersebut.

 

Kemudian mengistruksikan kepada Kadis Perhubungan Kota medan, Renward Parapat agar berkoordinasi dengan Satlantas Polresta Medan guna mengatasi terjadinya kemacetan akibat penataan drainase yang dilakukan tersebut.